MUSIBAH TERBESAR UMAT ISLAM WAFATNYA N.MUHAMMAD.SAW

Segala puji bagi Allah tuhan Semesta Alam, hanya kepadanya kita memuji dan meminta pertolongan. Kepada-nya pula kita memohon ampunan. Kita memohon perlindungan kepada Allah dari segala kejahatan diri dan keburukan amal perbuatan kita. Barang siapa yang di beri petunjuk oleh Allah Swt, maka tidak ada sesuatu yang bisa menyesatkannya, Dan barang siapa di sesatkan Oleh Allah, maka tidak aka ada yang bisa memberikan Hidayah kepadanya sekalipun itu Nabi Muhammad Saw. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah kecuali Allah yang berhak di ibadahi semata. Dan aku bersaksi Bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah Allah Swt Berfirman dalam Al’Quran : Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. ( Qs: Ali-Imran : 102)

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri ( Nabi Adam ), dan dari padanya [ 1 0] Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain [ 2 ] dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. 1. bagian tubuh (tulang rusuk) Adam a.s. berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Di samping itu ada pula yang menafsirkan dari padanya ialah dari unsur yang serupa yakni tanah yang dari padanya Adam a.s. diciptakan. 2. Menurut kebiasaan orang Arab, apabila mereka menanyakan sesuatu atau memintanya kepada orang lain mereka mengucapkan nama Allah seperti :As aluka billah artinya saya bertanya atau meminta kepadamu dengan nama Allah. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. ( Qs : Al-Ahzab : 71-72 ) Rasulullah Saw Bersabda : “ Sesunguuhnya perkataan yang paling baik ( Ucapan yang paling benar ) adalah Kitabullah. Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Saw . Dan sesungguhnya perkara yang paling buruk adalah yang di ada-adakan ( Bid’ah ). Dan setiap Bid’ah itu sesat ( dalam Agama ). Dan setiap kesesatan tempatnya di neraka ( HR. Bukhari dan Muslim ) “ Saudaraku, Apakah Musibah yang paling terbesar dalam Hidup kita ? Mungkin banyak yang bilang “ Gempa bumi, gelombang Tsunami yang dahsyat, Kematian orang tuaku, angin topan yang bertiup kencang. “ Tapi saya katakan, Peristiwa duka lara itu masih kecil . MUSIBAH YANG PALING TERBESAR ADALAH WAFATNYA RASULULLAH SAW BAHKAN INILAH MUSIBAH TERBESAR UMAT ISLAM. Rasulullah Saw Bersabda : “ Apabila salah seorang di antara kalian di timpa Musibah, maka hendaklah ia mengingat musibah yang ia alami dengan ( wafatnya ) diriku. Karena wafatnya diriku adalah musibah yang paling besar “ ( HR. ibnu sa’ad, ad-Darimi, dan lainnya . Hadist tersebut Shahih dengan dukungan Hadist-Hadist yang lainnya. Lihat As-Shahiihah ( no. 1106 ). Melalui hadist di atas kita bisa mengetahui bahwa musibah terbesar yang di alami oleh umat islam adalah wafatnya Rasulullah Saw. Rasulullah Saw meminta kita untuk mengingat wafatnya Rasulullah Saw dan kepergian beliau adalah musibah terbesar dan dengan cara inilah segala musibah yang kita alami menjadi ringan. Tidak seorangpun yang di tinggal kekasih, orang yang paling di cintai, kerabat. Sahabat terbaik, bahkan orang tuanya, tapi, Apakah kita Pernah merasakan atau memikirkan wafatnya Rasulullah Saw ? Rasulullah Saw bersabda : “ wahai sekalian manusia, barang siapa di antara kalian atau di antara orang-orang beriman di timpa musibah, maka hendaklah ia menghibur dirinya dengan musibah wafatku, di bandingkan musibah lain yang meinpa dirinya. Karena seseorang dari umatku tidak akan di timpa musibah yang lebih besar daripada musibah atas wafatnya diriku”( HR. Ibnu Majah, dari Aisyah Radiyallahuanhu, lihat shahiih Sunan Ibnu Majah ( no. 1300 ) Seandainya kita merenungi kalimat “hendaklah ia menghibur dirinya “ Niscaya kita akan menemukan obat dan penyembuhan padanya, dan sesungguhnya kalimat tersebut adalah rangkaian huruf-huruf yang dapat mengobati jiwa yang sedang duka. Rasulullah Saw Bersabda : “ Tidaklah sempurna keimanan seseorang di antara kalian, hingga aku lebih ia cintai daripada anaknya, kedua orang tuanya, dan manusia seluruhnya “ ( HR. Al-Bukhari ( no 15 ) dan Muslim ( no 44 ) ) Seolah-olah makna lahir itu dari saya sendiri si pembuat Note ini ( Sa’di Salafy Al-Askari ) di atas adalah “ tidaklah sempurna keimanan seseorang di antara kalian hingga musibah wafatnya diriku menjadi lebih besar baginya daripada musibah yang menimpa dirinya karena kehilangan anaknya, kedua orang tuanya atau musibah seluruhnya “ MENGAPA SAYA MENYEBUTKAN MUSIBAH WAFATNYA NABI MUHAMMAD SAW ADALAH MUSIBAH TERBESAR UMAT ISLAM ? Alasannya adalah : • Beliau telah menunjukkan kepada kita sebab-sebab untuk mencapai kebaikan dan kebahagian, di samping mengingatkan kita dari semua jalan yang mengantarkan kepada keburukan dunia dan di akhirat. • Pembawa dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang serta jalan yang lurus / jalan yang lurus. SIAPAKAH DI ANTARA KEKASIH, KERABAT, SAHABAT YANG DAPAT MEMBERIKAN SEMUA INI ? • INGATLAH SEMUA INI AGAR ENGKAU DAPAT MERASAKAN WAFATNYA NABI MUHAMMAD SAW • BAGAIMANA SEANDAINYA ALLAH SWT TIDAK MENGANUGERAHKAN KEPADA KITA PETUNJUK DAN SUNNAH NABI • BAGAIMANA SEANDAINYA ENGKAU MASUK NERAKA ? • BAGAIMANA SEANDAINYA ENGKAU DI HARAMKAN MASUK SURGA ? • BAGAIMANA SEANDAINYA ENGKAU DI SIKSA DI ALAM KUBUR ? • SIAPA YANG DAPAT MEMBERI MANFAAT PADAMU ? • SIAPA YANG DAPAT MENOLONGMU SEMUA INI JIKALAU KITA TIDAK MENGETAHUI SUNNAH NABI ? Dari Anas R.A, ia berkata “ Setelah wafatnya Rasulullah Saw, Abu bakar berkata kepada Umar R.A : ‘ Mari kita pergi menemui Ummu Aiman ( pengasuh dan pembantu Rasulullah saw saat beliau masih kecil ) sebagaimana dulu Rasulullah Saw mengunjunginya . ‘ Ummu Aiman sedang menangis. Lalu keduanya bertanya : ‘ Apa yang membuatmu menangis ? bukankah apa yang di sisi Allah lebih baik bagi Rasulullah ? ‘ Ummu Aiman menjawab : ‘ Aku menangis bukan karena tidak tahu bahwa apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik bagi Rasulullah Saw, namun aku menangis karena TURUNNYA WAHYU DARI LANGIT TELAH TERHENTI ‘. Ternyata ucapan tersebut telah memancing keduanya untuk ikut menangis. Lalu keduanya menangis pula bersamanya “ ( HR. Muslim ( no. 2454 ) Ini Al-mauquf. Al-mauquf adalah segala sesuatu yang dating dari para Sahabat, berupa perkataan , tindakan, dan pengikraran, baik bersambung isnadnya atau tidak menurut sebagian para Ulama. HADIST INI TIDAK DI HUKUMI SECARA MARFU’ ( BERSAMBUNG SAMPAI NABI MUHAMMAD SAW ). Adakah sekarang Orang seperti Ummu Aiman tersebut yang memikirkan sampai sedalam itu tentang wafatnya Rasulullah Saw ? Di Indonesia saja, adakah sampai memikirkan seperti itu tentang dampak Wafatnya Rasulullah Saw ? Bagai mencari 1 jarum di Pasir pantai bahkan BAGAI MENCARI JARUM DI LAUTAN DALAM MENCARI MANUSIA SEPERTI UMMU AIMAN DI ZAMAN INI. Jikalau ada yang salah dalam note ini sebutkanlah ke saya dan catatan ini akan di teliti lagi, jikalau ada kata-kata yang salah, tinggalkanlah pendapatku itu dan janganlah taklid kepadaku, Ambillah Hadist yang Shahih.

http://KholideFendi.Com

Sumber : 1. Al-Quran. 2. Kitab Mushiibatu Mautin Nabiyyi wa Atsaruhaa fi Hayaatil ummah karya Syaikh Husain bin ‘Audah al-‘Awaisyah. 3. Shahih bukhari. 4. Shahih Ibnu khuzaimah. 5. Shahih sunan Ibnu majah. 6. Faidhul Qadiir. 7. Qiyam ramadhan karya syaikh Al-Albani. 8. Shahiih Abi Dawud. 9. Shahiih Sunanit Trimidzi. 10. As-Shahiihah. 11. Fat-hul Baari.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s