Homogeniety Test – Uji Kesenangan

Dari Abi Abbas Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi r.a. berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi saw dan berkata, “Wahai Rasulullah! Tunjukkilah aku pada suatu amal yang jika aku kerjakan, aku dicintai Allah dan dicintai manusia. Maka Rasulullah saw bersabda, “Zuhudlah engkau akan dunia, pasti Allah mencintai engkau. Zuhudlah engkau akan apa yang ada pada manusia, pasti manusia mencintai engkau.” (HR.Ibnu Majah-dll)

 3:170 Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

2:120 Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

LOVE/LIKE

[5:13] sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
surely Allah loves those who do good (to others).
[2:222] Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.
surely Allah loves those who turn much (to Him), and He loves those who purify themselves.

[9:4] Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa.
surely Allah loves those who are careful (of their duty).
[3:146] Allah menyukai orang-orang yang sabar.
and Allah loves the patient.

[3:159] Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
surely Allah loves those who trust.

[5:42] sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.
surely Allah loves those who judge equitably.
[9:108] Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.
and Allah loves those who purify themselves.

[61:4] Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
Surely Allah loves those who fight in His way in ranks as if they were a firm and compact wall.

 DOES NOT LOVE/DISLIKE

[2:190] sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
surely Allah does not love those who exceed the limits.
[2:205] dan Allah tidak menyukai kebinasaan.
and Allah does not love mischief-making.

[2:276] Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.
Allah does not bless usury, and Allah does not love any ungrateful sinner.
[3:32] sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”.
surely Allah does not love the unbelievers.
[30:45] Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar.
surely He does not love the unbelievers.

[3:57] dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.
and Allah does not love the unjust.
[4:36] Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,
surely Allah does not love him who is proud, boastful;

[4:107] Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa,
surely Allah does not love him who is treacherous, sinful;
[4:148] Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya.

Allah does not love the public utterance of hurtful speech unless (it be) by one to whom injustice has been done

[5:64] dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.
and Allah does not love the mischief-makers.
[6:141] Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.
surely He does not love the extravagant.
[8:58] Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.
surely Allah does not love the treacherous.

[22:38] Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari ni’mat.

surely Allah does not love any one who is unfaithful, ungrateful.

[28:76] sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”.
surely Allah does not love the exultant;
[57:23] Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,
and Allah does not love any arrogant boaster:

In statistics, homogeneity and its opposite, heterogeneity, arise in describing the properties of a dataset, or several datasets. They relate to the validity of the often convenient assumption that the statistical properties of any one part of an overall dataset are the same as any other part. In meta-analysis, which combines the data from several studies, homogeneity measures the differences or similarities between the several studies (see also Study heterogeneity). Homogeneity can be studied to several degrees of complexity. For example, considerations of homoscedasticity examine how much the variability of data-values changes throughout a dataset. However, questions of homogeneity apply to all aspects of the statistical distributions, including the location parameter. Thus, a more detailed study would examine changes to the whole of the marginal distribution. An intermediate-level study might move from looking at the variability to studying changes in the skewness. In addition to these, questions of homogeneity apply also to the joint distributions. The concept of homogeneity can be applied in many different ways and, for certain types of statistical analysis, it is used to look for further properties that might need to be treated as varying within a dataset once some initial types of non-homogeneity have been dealt with.

Uji hipotesis adalah metode pengambilan keputusan yang didasarkan dari analisis data, baik dari percobaan yang terkontrol, maupun dari observasi (tidak terkontrol). Dalam statistik sebuah hasil bisa dikatakan signifikan secara statistik jika kejadian tersebut hampir tidak mungkin disebabkan oleh faktor yang kebetulan, sesuai dengan batas probabilitas yang sudah ditentukan sebelumnya.[1] Uji hipotesis kadang disebut juga “konfirmasi analisis data”. Keputusan dari uji hipotesis hampir selalu dibuat berdasarkan pengujian hipotesis nol. Ini adalah pengujian untuk menjawab pertanyaan yang mengasumsikan hipotesis nol adalah benar.[2]

Contoh uji hipotesis

Seorang yang dituduh pencuri dihadapkan kepada seorang hakim. Seorang hakim akan menganggap orang tersebut tidak bersalah, sampai kesalahannya bisa dibuktikan. Seorang jaksa akan berusaha membuktikan kesalahan orang tersebut. Dalam kasus ini, hipotesis nol (H0) adalah: “Orang tersebut tidak bersalah”, dan hipotesis alternatif (H1) adalah: “Orang tersebut bersalah”. Hipotesis alternatif (H1) inilah yang akan dibuktikan. Ada dua kondisi yang mungkin terjadi terhadap orang tersebut:

  1. Orang tersebut tidak bersalah.
  2. Orang tersebut bersalah.

Dan ada dua keputusan yang bisa diambil hakim:

  1. Melepaskan orang tersebut.
  2. Memenjarakan orang tersebut.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s