Iman & Taqwa Kunci Kebahagiaan Dunia & Akherat

2:201, 3:14-17, 25:74, 8:2-4, 10:62-64

Iman & Taqwa kunci kebahagiaan Dunia & Akherat

Kebahagiaan Dunia & Akherat, sebagaimana doa Nabi Muhammad SAW:

(2:201) Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akherat dan peliharalah kami dari siksa neraka.

Kebahagiaan dunia sesuai dengan Surat Al Imran ayat 14 adalah kebahagian atau kesenangan sebagaimana yang yang disebutkan sbb:

(3:14) Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa2 yang diingini yaitu: wanita2, anak2, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan disisi Allahlah tempat kembali yang baik (syurga).

 Kebahagiaan kepada wanita2 dan anak2, sebagaimana Doa Nabi Muhammad SAW:

(25:74) Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri2 kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang2 yang bertakwa.

Kita punya istri/wanita akan menyenangkan hati jika kita beri pendidikan/pengajaran yang baik, yaitu pendidikan agama maupun umum atau wanita tersebut termasuk wanita yang sholehah, senantiasa beribadah kepada Allah dan berbakti kepada suami. Wanita yang baik menjaga kemaluannya selain kepada suaminya, menjaga harta suaminya selagi suaminya tidak di rumah, serta mendidik anak2nya menjadi anak2 yang sholeh/sholihah. Suami dan Istri membina keluarga atas dasar Taqwa dan membina keuarga Sakinah, Mawadah, Warohmah. Bahkan jika kita punya wanita/istri yang sholehah merupakan sebaik-baik kesenangan di dunia, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

“Addunya matangiha wakhoeru matangiha almar’atus sholihah”.

”Dunia adalah kesenangan sementara dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah istri yang sholehah”. (HR.Muslim).

Pasangan suami istri jika perkawinan atau pernikahan atas dasar iman dan Taqwa kepada Allah.Swt, yaitu menyenangi atau menyayangi karena Allah, maka Allah Swt akan memberikan naungan kelak di Akherat pada hari kiamat manakala tidak ada naungan kecuali yang diberikan Allah Swt. Yaitu 7 golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah salah satunya adalah Suami Istri/ Dua orang yang saling mencintai kerana Allah berkumpul dan berpisah kerana Allah juga.

Terdapat tujuh (7) golongan yang mendapat Naungan (perlindungan) Allah SWT di Hari Kiamat kelak. Dalam sebuah hadis riwayat Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah سبحانه وتعالى  pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya[Q1]. (1) Pemimpin yang adil, (2) Seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ibadah kepada Allah سبحانه وتعالى, (3) Seorang yang hatinya selalu terikat pada masjid, (4) Dua orang yang saling mencintai kerana Allah سبحانه وتعالى, berkumpul dan berpisah kerana Allah juga, (5) Seorang lelaki yang di ajak zina oleh wanita yang kaya dan cantik tapi ia menolaknya sambil berkata ‘Aku takut kepada Allah’, (6) Seseorang yang bersedekah dengan menyembuyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya, serta (7) Seorang yang berzikir kepada Allah di kala sendiri hingga meleleh air matanya[Q2] basah kerana menangis.” (Sahih Bukhari, Hadis no 620)

Kebahagiaan Anak-anak di Dunia:

Anak-anak juga merupakan penyenang hati kita di dunia jika kita bina/diberi pendidikan agama & umum yang baik, dan senantiasa beribadah kepada Allah.Swt senantiasa meningkatkan Iman & Takwa kepada Allah.Swt, berbakti kepada Allah dan kepada kedua orang tua, serta menjadi anak yang sholeh/sholihah senantiasa mendoakan orang tuanya jika orang tuanya telah meninggal dunia.

Pendidikan yang baik yang diberikan kepada anak, kita dapat mencontoh pendidikan yang diberikan oleh Lukmanul Hakim sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur’an surat Lukman ayat 13-19, yaitu:

13: Janganlah kamu mempersekutukan [Allah],

14: [berbuat baik] kepada dua orang ibu-bapaknya, Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya,

15: Pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku,

16: Sesungguhnya jika ada [sesuatu perbuatan] seberat biji sawi dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi niscaya Allah akan mendatangkannya [membalasinya]. Sesungguhnya Allah Maha Halus,

17: Dirikanlah shalat dan suruhlah [manusia] mengerjakan yang baik dan cegahlah [mereka] dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu,

18: Janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia [karena sombong] dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh,

19: Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu,

Kesengan di dunia dengan harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang.

Perintah Mencari Rizki di Dunia

62:10: Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (Al-Jumuah 10)

29:17: Maka carilah rizki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan. (Al-Ankabut 17)

28:77: “Carilah negeri AKHERAT pada nikmat yang diberikan Allah kepadamu, tapi jangan kamu lupakan bagianmu dari dunia“. (QS. Al-Qosos: 77).

Kesengan di dunia dengan Emas dan Perak

Indonesia merupakan satu dari sekian banyak negara di dunia yang dikaruniai banyak sekali sumber daya alam. Tidak terbatas pada sumber daya terbarukan seperti hutan, satwa, dan hasil laut, tapi juga sumber daya alam yang sifatnya tidak terbarukan, seperti hasil tambang.

Indonesia sendiri memiliki hasil tambang yang begitu beragam. Hampir semua jenis logam bisa dengan mudah ditemukan di Nusantara, di antaranya adalah emas, perak, bauksit, timah, bijih besi, aluminium, kuningan, bahkan beragam jenis batu bernilai tinggi seperti permata, berlian, rubi, dan masih banyak lagi yang lainnya.

 

Emas dan perak dapat menjadikan kita senang jika kita memilikinya, manfaatnya hampir sama dengan uang, dapat sebagai perhiasan, kerajinan, keindahan, kecantikan dan tabungan atau investasi dikemudian hari, baik jangka panjang atau jangka pendek. Investasi dapat berupa emas batangan, Perhiasan atau Koin Dinar. Indonesia juga kaya akan tambang emas & perak, bahkan mutiara juga ada di Indonesia. Jika kita manfaatkan dan kembangkan usaha Tambang Emas & Perak atau Mutiara dapat menyenangkan penduduk atau warga masyarakat yang menikmatinya. Termasuk jika dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan syariat Islam maka fakir miskin dan anak terlantar dapat juga menikmatinya karena hasil dari Zakat / sedekah.

Teknologi pengolahan tambang antara lain adalah ilmu geologi, geodesi atau pertambangan.

 

Lokasi Tambang Emas yang ada di Indonesia adalah:

1. Tambang Emas Desa Pujon, Kapuas, Kalimantan Tengah

2. Tambang Emas & Perak Gosowong, Halmahera, Maluku Utara

3. Tambang Emas Cikotok, Jawa Barat

4. Tambang Emas Batu Hijau, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat

5. Tambang Emas & Perak Martabe, Tapanuli Selatan

6. Tambang Emas Kencana, Maluku Utara

7. Tambang Emas & Perak Grashberg, Puncak Jaya – dikelola oleh PT Freeport

 

Lokasi Tambang Perak di Indonesia antara lain sbb:

  1. Batu Hijau (Nusa Tenggara Barat)
  2. Tasikmalaya dan Jampang (Jawa Barat)
  3. Simao (Bengkulu)
  4. Logos (Riau)
  5. Meulaboh (Nangroe Aceh Darusalam)

 

Lokasi Pengrajin Perak di Indonesia antara lain sbb:

1. Kotagede, Yogyakarta Penghasil Kerajinan Perak

2. Kerajinan Perak Berasal dari Celuk, Bali

3. Kerajinan Perak dari Koto Gadang, Sumatera Barat

4. Kendari, Sulawesi Tenggara Daerah Penghasil Kerajinan Perak Terbaik di Indonesia

 

Kesengan di dunia dengan kuda pilihan

Kuda pilihan secara lahir adalah kuda binatang, dapat dimanfaatkan untuk kesenangan karena dinaiki untuk rekreasi atau olah raga berkuda. Namun dalam arti luas dapat dikiaskan dengan kendaraan atau otomotif, yaitu kedaraan untuk transportasi seperti sepada, sepeda motor roda dua, mobil roda empat, kapal, kereta api, maupun pesawat terbang. Pada ayat berikutnya adalah binatang ternak, jadi Kuda Pilihan bisa dimaksudkan binatang ternak juga ataupun Otomotif.

Jika kita maksudkan adalah kategori otomotif maka kesenangan dunia akan terdapat pada kendaraan dan alat-alat transportasi. Kita akan merasa senang dengan memiliki atau menikmati kendaraan yang baik, dari sepeda, sepeda motor, mobil, kereta api, kapal laut maupun pesawat terbang. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk kesenangan/hobi, olah raga ataupun bisnis.

Industri yang membuat atau mengolah alat2 transportasi adalah bidang Perbengkelan, Otomotif, Perkapalan, Perkereta Apian sampai Pesawat Terbang.

Industri yang mengelola atau membuatnya adalah Otomotif, Teknik Mesin dll.

Di Indonesia industry tersebut antara lain: PT. Astra International (Sepeda motor & Mobil), PT. KAI: Kereta Api Indonesia, PT. PAL (Kapal), PT. DI: Dirgantara Indonesia (Pesawat Terbang) dll.

Industri tersebut dapat membuka dan memanfaatkan tenaga kerja yang banyak sehingga dapat dinikmati oleh penduduk / masyarakat umum.

Jika dengan pengelolaan syariat islam yang baik maka fakir miskin dan anak terlantar juga dapat menikmati karena ada nilai Zakat / sedekahnya.

 

Kesengan di dunia dengan Binatang Ternak

Binatang ternak dapat menyenangkan kita selama didunia karena dapat dimanfaatkan sebagai makanan sehari-hari yang berkhasiat banyak, diperjual belikan dengan nilai bisnis yang bagus dan sebagai bisnis kuliner dimanfaatkan makanan yang bernilai gizi tinggi.

Binatang ternak antara lain: ayam, kambing, keledai, domba, sapi, unta dll, termasuk jenis-jenis ikan.

Jika dikelola dengan syariat yang baik dengan jumlah yang banyak sesuai nisab zakat, maka dapat dinikmati oleh fakir miskin dan anak terlantar.

Ilmu atau Industri yang mengelola atau memanfaatkan binatang ternak adalah Ilmu Peternakan dan Perikanan.

 

Kesengan di dunia dengan Sawah Ladang

Sawah ladang dapat menyenangkan kita dalam jumlah yang banyak atau cukup jika dimanfaatkan dengan baik. Pemanfaatan secara umum adalah untuk lahan perumahan dan pertanian atau bercocok tanam. Pemanfaatan Sawah Ladang yang baik dan benar dapat menyenangkan, antara lain untuk usaha pertanian, agro industry atau usaha peternakan / perikanan. Namun dalam arti luas dapat pula dimanfaatkan untuk usaha bidang Properti seperti Hotel, Apartemen, Industri, Super Market, Perkantoran, Perumahan dan Pendidikan dll.

Jika menguntungkan dan dalam usaha yang baik dan besar maka akan meyerap tenaga kerja yang banyak dan bermanfaat bagi penduduk/ manyarakat banyak. Bahkan dengan pengaturan yang sesuai syariat Islam, maka fakir miskin dan anak terlantar akan menikmati karena hasil Zakat / sedekahnya.

Industri yang mengelola Sawah Ladang secara luas adalah sbb:

Perhotelan, Properti, Industri Pertanian, Industri Makanan dll.

 

Iman & Takwa:

Sedangkan kebahagiaan akherat (Takwa) atau syurga adalah lebih baik dan lebih kekal dibandingkan kebahagiaan dunia yang sifatnya fana dan sementara.

Atau jika kita memiliki harta yang banyak tersebut diamalkan atau dimanfaatkan untuk menuju Iman & Takwa kepada Allah.Swt.

 

Sebagaimana hal tsb dikatakan selanjutnya dalam surat Al Imran:

(3:15) Katakanlah: “Inginkan aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?”. Untuk orang2 yang bertakwa (kepada Allah) pada sisi Tuhan mereka ada syurga yang mengalir dibawahnya sungai2, mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) istri2 yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba Nya.

 

Takwa yang disebutkan dalam surat Al Imran ayat 16 dan 17 adalah sbb:

(3:16) (Yaitu) orang2 yang berdoa: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka.

(3:17) (Yaitu) orang2 yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (dijalan Allah) dan yang memohon ampun di waktu sahur.

 

Sedangkan Hadits Nabi yang menyatakan dan menerangkan tentang kehidupan Dunia & Akherat al:

  1. Tiadalah perbandingan antara dunia dan akherat, kecuali permisalan orang yang memasukkan jarinya ke lautan yang luas, kemudian diangkat maka seberapakah yang mereka dapatkan?.

Maksudya, adalah tidak ada perbandingannya antara dunia dengan akherat. Misal kita punya waktu/umur di dunia adalah terbatas, fana, sementara, atau maksimal 100 tahun. Sedangkan kehidupan di akherat adalah baqo/kekal, selamanya, atau tak terhingga. Sehingga jika secara matematika kita rumuskan adalah: Fana/Kekal atau 100/Tak Terhingga adalah Nol (tidak ada).

Begitu pula dengan kesenangan / kebahagiaan yang kita rasakan di dunia adalah terbatas dan sementara, sementara jika kita dapatkan kebahagiaan di akherat, yaitu syurga adalah kekal, abadi dan selamanya, termasuk kesenangan/kebahagiaannya adalah tak terbatas dan lebih baik dari apa yang ada di dunia.

Sedangkan neraka adalah tidak kita harapkan sebagaimana Doa kita: Dan peliharalah kami dari siksa neraka.

Sehingga harus kita perhatikan bahwa kehidupan dunia sekarang ini adalah sebagai tempat sementara sedangkan kehidupan akherat adalah tujuan kita kehidupan yang hakiki/abadi/selamanya.

 

  1. Bukanlah umatku yang baik2 barang siapa yang meninggalkan kebahagiaan dunia tetapi untuk kebahagiaan akherat, dan bukanlah umatku yang baik2 barang siapa yang meninggalkan kebahagiaan akherat tetapi untuk kebahagiaan dunia, tetapi hendaklah mereka mendapatkan keduanya, karena sesungguhnya kebahagiaan dunia dapat membawa kepada kebahagiaan di akherat.

Hadist ini menjelaskan bahwa dunia dapat membawa kepada kebahagiaan di akherat, adalah jika apa yang kita miliki di dunia untuk sarana atau fasilitas kebahagiaan akherat. Misalnya jika kita punya harta maka kita sedekahkan, jika kita punya ilmu maka kita amalkan/ajarkan sehingga bermanfaat, dan jika kita punya anak kita didik dengan pendidikan agama yang baik sehingga menjadi anak yang sholeh yang mendoakan orang tuanya yang telah meninggal dunia.

 

Hal tersebut sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW:

  1. Jika anak adam meninggal dunia, maka terputuslah segala amalnya kecuali yang tiga, yaitu: Shedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat yang diajarkan kepada sesama manusia dan anak yang sholeh yang mendoakan orang tuanya yang telah meninggal dunia.

 

  1. Barang siapa yang mengharapkan kebahagiaan dunia maka hendaklah mencari ilmunya (ilmu dunia), dan barang siapa mengharapkan kebahagiaan akherat maka hendaklah mencari ilmunya (ilmu akherat) dan barang siapa yang mengharapkan keduanya, yaitu kebahagiaan dunia & akherat maka hendaklah mencari ilmunya (ilmu dunia & ilmu akherat).

Ini menjelaskan kewajiban kita untuk belajar baik ilmu dunia maupun ilmu akherat, secara seimbang dan sungguh2. Sedangkan kewajiban belajar & mengajar adalah sebagaimana Hadits Nabi Muhammad SAW sbb:

 

Artinya : ”Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”. (HR. Ibnu Abdil Barr)

Hadits tersebut menjelaskan bahwa semua orang diwajibkan menuntut ilmu, entah itu bagi laki-laki maupun perempuan.

Artinya : ”Carilah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahat”. (Al Hadits)

 

Dalam Islam pendidikan tidak hanya dilaksanakan dalam batasan waktu tertentu saja, melainkan dilakukan sepanjang usia. Belajar dalam arti sebenarnya adalah sesuatu yang berlangsung sepanjang kehidupan seseorang. Dengan terus menerus belajar, seseorang tidak akan ketinggalan zaman dan dapat memperbaharui pengetahuannya, terutama bagi mereka yang sudah berusia lanjut. Dengan pengetahuan yang selalu diperbaharui ini, mereka tidak akan terasing dari generasi muda, mereka tidak akan menjadi pikun secara dini, dan tetap dapat memberikan sumbangannya bagi kehidupan di lingkungannya.

Orang yang mengajar kebaikan kepada manusia, segala sesuatu(ikan di laut) memohonkan ampunan untuknya. (H.R. Ibnu Abbas)

 

Sedang Al-Quran dalam ayat lain menjelaskan untuk memperoleh kebahagiaan di Dunia & Akherat maka dapat diperoleh dengan Iman & Taqwa.

 

(Q.10:62-64): Ingatlah sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada KEKHAWATIRAN terhadap mereka dan tidak (pula) mereka BERSEDIH HATI. (yaitu) orang-orang yang BERIMAN dan mereka selalu BERTAQWA. Bagi mereka berita GEMBIRA di dalam kehidupan DUNIA dan (dalam kehidupan) di AKHERAT. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah KEMENANGAN yang besar.

Pengertian Iman dan Taqwa

 

PENGERTIAN IMAN

Dalam hadist di riwayatkan Ibnu Majah Atthabrani, iman didefinisikan dengan keyakinan dalam hati, diikrarkan dengan lisan, dan diwujudkan dengan amal perbuatan (Al-Iimaanu ‘aqdun bil qalbi waiqraarun billisaani wa’amalun bil arkaan). Dengan demikian, iman merupakan kesatuan atau keselarasan antara hati, ucapan, dan laku perbuatan, serta dapat juga dikatakan sebagai pandangan dan sikap hidup atau gaya hidup.

 

Dalil Tentang Iman:

8:2: Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka [karenanya] dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal,

8:3: [yaitu] orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.

8:4: Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki [ni’mat] yang mulia.

 

TANDA – TANDA ORANG BERIMAN

Al-Qur’an menjelaskan tanda-tanda orang beriman sebagai berikut :

  1. Jika di sebut nama Allah, maka hatinya bergetar dan berusaha agar ilmu Allah tidak lepas dari syaraf memorinya, serta jika di bacakan ayat suci Al-Qur’an, maka bergejolak hatinya untuk segera melaksanakannya (al-Anfal:2).
  2. Senantiasa tawakal, yaitu kerja keras berdasarkan kerangka ilmu Allah, diiringi dengan doa, yaitu harapan untuk tetap hidup dengan ajaran Allah menurut 6.sunnah Rasul (Ali Imran: 120, al-Maidah: 12, al-Anfal: 2, at- Taubah: 52, Ibrahim: 11, Mujadalah: 10, dan at-Thaghabun: 13).
  3. Tertib dalam melaksanakan shalat dan selalu menjaga pelaksanaannya (al- Anfal: 3, dan al-Mu’minun: 2,7).
  4. Menafkahkan rezki yang diterimanya (al-Anfal: 3 dan al-Mu’minun: 4).
  5. Menghindari perkataan yang tidak bermanfaat dan menjaga kehormatan (al-Mu’minun: 3,5)‏
  6. Memelihara amanah dan menepati janji (al-Mu’minun: 6)‏
  7. Berjihad di jalan Allah dan suka menolong (al-Anfal: 74)‏
  8. Tidak meninggalkan pertemuan sebelum meminta izin (an-Nur: 62)‏

 

 

CARA MEMPERBAHARUI IMAN

  1. Perbanyaklah menyimak ayat-ayat Al-Quran
  2. Rasakan keagungan Allah seperti yang digambarkan Al-Qur’an dan Sunnah
  3. Carilah ilmu syar’i
  4. Mengikutilah halaqah dzikir
  5. Perbanyaklah amal shalih
  6. Lakukan berbagai macam ibadah
  7. Hadirkan perasaan takut mati dalam keadaan su’ul khatimah
  8. Banyak-banyaklah ingat mati
  9. Mengingat-ingat dahsyatnya keadaan di hari akhirat
  10. Berinteraksi dengan ayat-ayat yang berkaitan dengan fenomena alam
  11. Berdzikirlah yang banyak
  12. Perbanyaklah munajat kepada Allah dan pasrah kepada-Nya
  13. Tinggalkan angan-angan yang muluk-muluk
  14. Memikirkan kehinaan dunia
  15. Mengagungkan hal-hal yang terhormat di sisi Allah
  16. Menguatkan sikap al-wala’ wal-bara
  17. Bersikap tawadhuk
  18. Perbanyak amalan hati
  19. Sering menghisab diri
  20. Berdoa kepada Allah agar diberi ketetapan iman

 

TAKWA

PENGERTIAN

Kata takwa (التَّقْوَى) dalam etimologi bahasa Arab berasal dari kata kerja (وَقَى) yang memiliki pengertian menutupi, menjaga, berhati-hati dan berlindung. Oleh karena itu imam Al Ashfahani menyatakan: Takwa adalah menjadikan jiwa berada dalam perlindungan dari sesuatu yang ditakuti, kemudian rasa takut juga dinamakan takwa. Sehingga takwa dalam istilah syar’I adalah menjaga diri dari perbuatan dosa.

 

TANDA – TANDA ORANG BERTAKWA

  1. Beriman kepada ALLAH dan yang ghaib (QS. 2:2-3)
  2. Sholat, zakat, puasa (QS. 2:3, 177 dan 183)
  3. Infak disaat lapang dan sempit (QS. 3:133-134)
  4. Menahan amarah dan memaafkan orang lain (QS. 3: 134)
  5. Takut pada ALLAH (QS. 5:28)
  6. Menepati janji (QS. 9:4)
  7. Berlaku lurus pada musuh ketika mereka pun melakkukan hal yang sama (QS. 9:7)
  8. Bersabar dan menjadi pendukung kebenaran (QS. 3:146)
  9. Tidak meminta ijin untuk tidak ikut berjihad (QS. 9:44)
  10. Berdakwah agar terbebas dari dosa ahli maksiat (QS. 6:69)

 

KEUTAMAAN DAN GANJARAN ORANG-ORANG YANG BERTAKWA

  • Diberi jalan keluar serta rezeki dari tempat yang tak diduga-duga (QS. 65:2-3)
  • Dimudahkan urusannya (QS. 65:4)
  • Dilimpahkan berkah dari langit dan bumi (QS. 7:96)
  • Mendapat petunjuk dan pengajaran (QS. 2:2, 5:46, 2:282)
  • Mendapat Furqan (QS. 8:29)
  • Cepat sadar akan kesalahan (QS. 7:201)
  • Tidak terkena mudharat akibat tipu daya orang lain (QS.3:120)
  • Mendapat kemuliaan, nikmat dan karunia yang besar (QS. 49:13, 3:147)
  • Tidak ada kekhawatiran dan kesedihan (QS. 7:35)
  • Sebaik – baik bekal (QS. 2:197)
  • ALLAH bersamanya (QS. 2:194)
  • ALLAH menyukainya (QS. 9:4)
  • Mendapat keberuntungan (QS. 3:200)
  • Diperbaiki amalnya dan diampuni dosanya (QS. 33:70-71)
  • Mendapat rahmat (QS. 6:155)
  • Tidak disiasiakan pahala mereka (QS. 12:90)
  • Diselamatkan dari api neraka (QS. 19:71-72)

 

Takwa adalah amalan hati dan letaknya di kalbu. “Demikianlah (perintah ALLAH). Dan barang siapa mengagungkan syiar – syiar ALLAH maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. (QS 22:32).

Keimanan dan ketakwaan seorang muslim adalah kunci agar mendapatkan ridho dan barokah dari Allah swt.

Iman Islam dalam diri seorang muslim harus dibarengi dengan takwa.

Bila seorang muslim percaya dengan keberadaan Allah, maka tentunya ia takut kepada Allah. Itulah yang dinamakan takwa.

 

IMPLEMENTASI IMAN & TAKWA

Pengaruh iman terhadap kehidupan manusia sangat besar. Berikut ini dikemukakan beberapa pokok manfaat dan pengaruh iman pada kehidupan manusia.

  1. Iman melenyapkan kepercayaan pada kekuasaan benda
  2. Iman menanamkan semangat berani menghadapi maut
  3. Iman menanamkan sikap self help dalam kehidupan.
  4. Iman memberikan ketentraman jiwa
  5. Iman mewujudkan kehidupan yang baik (hayatan tayyibah)‏
  6. Iman melahirkan sikap ikhlas dan konsekuen
  7. Iman memberikan keberuntungan
  8. Iman mencegah penyakit.

 

KESIMPULAN

Iman didefinisikan dengan keyakinan dalam hati, diikrarkan dengan lisan, dan diwujudkan dengan amal perbuatan (Al-Iimaanu ‘aqdun bil qalbi waiqraarun billisaani wa’amalun bil arkaan). Dengan demikian, iman merupakan kesatuan atau keselarasan antara hati, ucapan, dan laku perbuatan, serta dapat juga dikatakan sebagai pandangan dan sikap hidup atau gaya hidup.

Sedangkan takwa adalah menjadikan jiwa berada dalam perlindungan dari sesuatu yang ditakuti, kemudian rasa takut juga dinamakan takwa. Sehingga takwa dalam istilah syar’i adalah menjaga diri dari perbuatan dosa.

Sebagai umat muslim dan hamba Allah swt, ada baiknya kita bersungguh-sungguh dalam melaksanakan perintah Allah swt dan meninggalkan segala perbuatan dosa dan maksiat, baik yang kecil maupun yang besar. Mentaati dan mematuhi perintah Allah adalah kewajiban setiap muslim. Dan juga, seorang muslim yang bertakwa itu membersihkan dirinya dengan segala hal yang halal karena takut terperosok kepada hal yang haram

 

Dalil tentang Takwa:

2:2- 5 Itulah kitab yang tiada keraguan di dalamnya. Petunjuk bagi orang yang bertaqwa, yaitu orang-orang beriman kepada yang ghaib, dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizkinya, dan orang-orang yang yang beriman kepada apa-apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad), dan kepada orang-orang sebelum kamu dan yaqin kepada hari akhir

 

2:177 Bukanlah menghadapkan wajahmu ke barat dan ke timur itu suatu kebaikan. Melainkan kebaikan itu ialah barang siapa yang beriman kepada Allah , malaikat, kitab, dan para Nabi, dan memberikan harta yang dicintai kepada kerbat dekat, anak-anak yatim, orang miskin, orang yang dalam perjalanan, dan memerdekakan budak, dan mendirikan shalat, menunaikan zakat , dan menepati janji apabila berjanji, dan sabar baik dalam kesulitan, penderitaan dan peperangan, yang demikan itulah yang benar, dan yang demikian itu lah orang-orang yang bertaqwa

3:133-135 Dan bersegeralah kepada ampunan Tuhanmu dan surga seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa, Yaitu orang-orang menginfaqkan rizkinya baik dalam kemudahan maupun kesusahan, yang menahan marahnya, dan memaafkan kepada manusia. Dan Allah menyukai orang yang berbuat baik Dan orang-orang yang apabila berbuat kekejian atau zalim kepada diri sendiri, maka ia segera ingat kepada Allah, dan beristighfar kepada Allah atas dosa-dosanya. Dan siapakah yang lebih mengampuni dosa selain Allah ? Kemudian dia tidak meneruskan perbuatannya, meskipun dia mengetahuinya

3:15-17 Untuk orang-orang yang bertaqwa pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dan ada istri yang suci serta keridaan Allah. dan Allah Maha Melihat hamba-hambanya. Yaitu orang yang berdoa, ” ya Tuhan kami, sesunguhnya kami telah beriman, maka ampunilah kami dan peliharalah kami dari siksaan neraka” Dan orang orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) dan memohon ampun di waktu sahur

8:29 Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan memberi kamu furqon (petunjuk membedakan baik dan buruk), dan menghapus kesalahan-kesalahan kamu dan menghapus dosa-dosamu

39:33: Dan orang yang membawa kebenaran [Muhammad] dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

65:2-3 Barang siapa bertaqwa kepada Allah, nisaya Allah memberikan kepada mereka jalan keluar (atas segala persoalan), dan diberi rizki dari tempat yang tidak terduga

65:4 Barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan dalam segala urusan

65:5 Barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan melipat gandakan pahala baginya

7:96 Jika seandainya penduduk suatu negeri Iman dan taqwa, pastilah Kami akan melipatgandakan kepada mereka berkah dari langit dan bumi,

 

Hadits2 Dzikir Pilihan:

  1. “Barangsiapa yang berada dalam keadaan aman di tengah kaumnya, sehat tubuhnya, ada yang akan dimakan hari itu maka sepertinya dunia telah digiring kepadanya dengan segala isinya.” (Tirmidzi)
  2. ”Barang siapa yang senantiasa meminta ampunan (beristighfar) maka Allah akan melapangkan dirinya dari kesusahan, dan memberikanjalan keluar dari kesempitan, serta karunia (rezeki) yang tiada disangka-sangka.”(HR Muslim)
  3. Abu Malik Al-Sj’ary r.a, berkata: Rasulullah SAW bersabda: Kebersihan itu separoh dari iman, dan alhamdulillah itu dapat memenuhi timbangan amal, dan subhanallahi walhamdulillahi memenuhi antara langit dan bumi. (HR.Muslim)
  4. Abu hurairah r.a, berkata: Rasulullah SAW bersabda: Kalau aku membaca: subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar, maka bacaan itu lebih aku gemari dari pada mendapatkan kekayaan sebanyak apa di bawah sinar matahari. (HR.Muslim)
  5. Allah SWT berfirman (Hadis Qudsi): Seharusnyalah orang yang berakal itu membagi (waktunya) menjadi tiga jam: satu jam untuk berzikir dan berdoa kepada Allah, satu jam untuk mengadakan perhitungan terhadap dirinya sendiri dan satu jam lagi untuk keperluan makan dan minumnya.” (HR. Ibnu Hibban, dari Abu Dzar)
  6. Allah SWT berfirman (Hadis Qudsi): “Wahai Adam! Habiskanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku; niscaya Aku isi dadamu dengan perasaan kaya dan Aku tutup lubang-lubang kemiskinanmu. Dan jika engkau tidak berbuat demikian Aku isi tanganmu dengan kesulitan dan tidak Aku tutup lubang-lubang kemiskinanmu.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah & Hakim dari Abu Hurairah)
  7. Ibn Mas’ud r.a, berkata: Rasulullah SAW bersabda: Saya bertemu dengan Ibrahim a.s, ketika malam isra’, maka ia berkata kepadaku: Ya Muhammad! Sampaikanlah salamku pada umatmu dan beritahukan kepada mereka bahwa sorga ini tanahnya subur airnya segar dan masih kosong dan tanamannya: Subhanallah walhamdullillah wa la ilaha illallah wallahu Akbar. (HR.Tirmidzi)

 

Perumpamaan Dunia di Al-qur’an dan Hadist

 

Sesungguhnya perkara agung yang Rasul peringatkan kepada manusia adalah mentauhidkan Allah; menyembah Allah satu-satunya, dan mengingatkan Akhirat; bahwa hidup di dunia cuma sementara. Demikian karena ada saja orang yang sadar dan tahu tujuan hidupnya; menyembah Allah, akan tetapi kegemerlapan dunia membuatnya lupa. Maka jadilah ia menjual akhiratnya demi mendapat dunia, ia tinggalkan shalat demi cari uang, tinggalkan zakat karena takut uangnya berkurang, tidak mau berhaji karena tak mau rugi, ia gadaikan keyakinan demi jabatan, ia sebarkan kesesatan untuk mendapat bayaran, wanita senang buka-bukaan untuk mendapat perhatian, laki-laki saling bunuh demi mendapat pujaan hati… dsb.

 

Allah berfirman;

Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kalian, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayatKu dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: “Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri”, sementara kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.  (Al-An’am 130)

 

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi. (Al-Munafiqun 9)

 

Serupa dengan ayat diatas adalah sabda Nabi Saw;

 

“Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘Ketahuilah, sesungguhnya dunia itu terlaknat. Semua yang ada di dalamnya terlaknat kecuali dzikrullah serta orang yang berdzikir, orang yang berilmu agama dan orang yang mengajarkan ilmu agama.“ (HR. Tirmidzi)

 

Yakni dunia mampu menyebabkan laknat Allah (jauh dari rahmatnya) disebabkan kemampuannya dalam melalaikan dari perintah-perintah Allah, kecuali Dzikir Allah dan para ahlinya, orang yang berilmu agama dan orang yang mengajarkan ilmu agama. Demikian karena Ahli Dzikir dan Ahli Ilmu (Ulama) mengingat Allah dalam segala sesuatu, dan gemerlap dunia tidak membuat mereka lupa.

 

Perumpamaan dunia dan ahlinya

 

Dunia ini ibarat bangkai sedang orang yang senang kepadanya ibarat anjing, Allah berfirman;

 

Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat -ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.

 

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. (Al-A’rof 175-176)

 

Allah menyamakan orang yang condong kepada dunia melebihi akhirat seperti anjing yang menjulur-julurkan lidahnya tak peduli bagaimanapun kau memperlakukannya (perumpamaan sifat tamak).  Karena itu Rasul Saw bersabda;

 

“Andai anak Adam diberi emas satu lembah, ia ingin mendapat dua lembah. Tidak ada yang dapat membungkam mulutnya selain tanah, dan Allah mengabulkan taubat hamba-Nya yang bertaubat”(HR. Bukhari-Muslim)

 

Maksudnya, anak Adam akan selalu tamak terhadap dunia hingga ia binasa dan mulutnya tersumbat tanah pusara.

 

Dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melintas masuk ke pasar seusai pergi dari tempat-tempat tinggi sementara orang-orang berada disisi beliau. Beliau melintasi bangkai anak kambing dengan telinga melekat, beliau mengangkat telinganya lalu bersabda: Siapa diantara kalian yang mau membeli ini seharga satu dirham? mereka menjawab: Kami tidak mau memilikinya, untuk apa? Beliau bersabda: Apa kalian mau (bangkai) ini milik kalian? mereka menjawab: Demi Allah, andai masih hidup pun ada cacatnya karena telinganya menempel, lalu bagaimana halnya dalam keadaan sudah mati? Beliau bersabda: Demi Allah, dunia lebih hina bagi Allah melebihi (bangkai) ini bagi kalian. (HR. Muslim)

 

Dunia sebagai pembawa bencana

 

Dunia adalah pangkal segala bencana, ingatlah bagaimana Adam diturunkan dari surga dengan iming-iming menjadi seorang malaikat atau menjadi manusia abadi;

 

Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga).” (Al-A’raf 20)

 

Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldidan kerajaan yang tidak akan binasa?” (Taha 120)

 

Pada masa Nabi Muhammad, dalam perang Uhud gemerlap dunia telah melenakan kaum Muslimin dari perintah Nabi sehingga menyebakan kekalahan mereka.

 

Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada sa’at kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai (Ghanimah). Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu, dan sesunguhnya Allah telah mema’afkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang orang yang beriman. (Ali Imron 152)

 

Begitu pula bencana-bencana yang menimpa kaum muslim sekarang.

 

“Rasulullah saw bersabda, “Akan tiba suatu saat dimana seluruh manusia bersatu padu melawan kalian dari segala penjuru, seperti halnya berkumpulnya manusia mengelilingi meja makan.”

 

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah itu terjadi karena waktu itu jumlah kami sedikit?”Beliau menjawab, “Pada saat itu jumlah kalian banyak. Namun kalian dalam kondisi tiada daya seperti buih di lautan. Allah mencabut rasa takut dari dada musuh kalian, dan mencampakkan ke dalam hati kalian al-wahn.” Para sahabat bertanya, “Apakah itu al-wahn?”Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.”(HR.Imam Ahmad)

 

”Apabila kalian telah melakukan transaksi jual beli dengan cara `inah (riba), kalian memegang ekor sapi, kalian puas dengan sawah ladang, dan kalian telah meninggalkan jihad di jalan Allah, maka Allah akan menimpakan pada kalian kehinaan. Dia tidak akan mencabutnya dari kalian sehingga kalian kembali kepada agama kalian.“ (HR. Abu Dawud)

 

Pencurian, pembunuhan, perampasan hak, dan lain sebagainya penyebabnya tidak lepas dari dunia.

 

Dari Abu Umamah Al-Bahily RA; “ketika Nabi Muhammad diutus, para tentara Iblis mendatangi Iblis dan bertkata; “Telah diutus seorang Nabi dan dikeluarkan suatu umat”. Iblis berkata; “Apakah mereka mencintai dunia?”. Mereka menjawab; “Ya”. Iblis berkata; “Jikalau mereka benar menyukainnya niscaya aku tidak peduli apaka mereka tidak menyembah berhala-berhala, aku akan pergi kepada mereka dengan tiga perkara, mengambil harta dengan tidak benar, membelanjakan harta pada perkara yang tidak benar, dan menahannya (tidak mau bersedekah), dan kejelekan seluruhnya adalah pengikut hal-hal tadi”.

 

Ketika pintu-pintu dunia dibukakan untuk para Sahabat mereka berkata;

 

Kita diuji dengan fitnah kesengsaraan kemudian kita sabar. Dan kita diuji dengan fitnah kesenangan kemudian kita tidak (mampu) sabar.

 

Karena itu Rasul Saw bersabda;

 

“Demi Allah bukanlah kefakiran yang paling aku takutkan padamu tetapi aku takut dibukanya dunia untukmu sebagaimana telah dibuka bagi orang-orang sebelummu dan kalian akan berlomba-lomba mendapatkannya sebagaimana mereka berlomba-lomba, dan akan menghancurkanmu sebagaimana telah menghancurkan mereka” (HR Bukhari dan Muslim)

 

Memilikinya bisa menyebabkan sikap sombong dan enggan menerima kebenaran, simaklah firman-firman Allah berikut;

 

….yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa, yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya, (Semua itu) karena dia mempunyai (banyak) harta dan anak, Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: “(Ini adalah) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala.” (Al-Qalam 12-15)

 

Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,  karena dia melihat dirinya serba cukup. (Al-Alaq 6-7)

 

Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: “Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,” orang itu berkata: “Saya dapat menghidupkan dan mematikan.”Ibrahim berkata: “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,” lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (Al-Baqarah 258)

 

Terlihat dari ayat-ayat diatas bahwa penyebab-penyebab sikap sombong menolak kebenaran adalah jabatan, kekuasaan, punya harta dan merasa tercukupi, punya banyak anak laki-laki (orang Arab sangat membanggakan ini dikarenakan punya banyak anak laki-laki berarti punya banyak orang yang menjadi pelindung dan pengikut). Itulah sebabnya para pengikut Rasul kebanyakan adalah orang-orang rendahan dan rakyat biasa yang tak punya apa-apa sehingga orang-orang kafir berkata;

 

“Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?.” (As-Syu’ara’ 111)

 

Obat penyakit cinta dunia

 

Obat mujarab untuk menghilangkan penyakit cinta dunia adalah mengingat akhirat, mulai dari mengingat mati sebagai gerbangnya sampai apa-apa yang terjadi pada hari kiamat.  At-Taimy berkata “Dua berkara yang mampu memutus keledzatan dunia ; mengingat mati dan mengingat (bahwa kelak) akan berdiri (pada hari kiamat) dihadapan Allah Azza Wa Jall.

 

Ketika Allah menyebutkan bahwa manusia mencintai dunia dan meninggalkan akhirat, Allah melanjutkan dengan menyebutkan apa yang terjadi nanti pada hari kiamat, dan memperingatkan manusia bagaimana nanti jika maut datang menjemput;

 

Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia, dan meninggalkan (kehidupan) akhirat.

 

Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat. Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram, mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang amat dahsyat.

 

Sekali-kali jangan! Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan,
dan dikatakan (kepadanya): “Siapakah yang dapat menyembuhkan?”, dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia), dan bertaut betis (kiri) dan betis (kanan), kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau. (Al-Qiyamah  20-30)

 

Allah juga berfirman;

 

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sehingga kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu!! seandainya kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin (niscaya kamu tidak akan melakukannya).

 

(Demi Allah) Kalian akan benar-benar akan melihat neraka Jahiim.  (At-Takatsur 1-6)

 

Sejalan dengan firman Allah diatas adalah sabda Rasul Saw;

 

Dari Abi Dardak ia berkata; Rasulullah Saw bersabda; “Sekiranya kalian tahu apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan kalian akan banyak menangis, dan akan ringan bagimu (urusan) Dunia, dan kalian akan memilih Akhirat.” (HR. Ibnu Abi Dunya)

 

Termasuk dalam hal ini adalah mengingat dan membandingkan apa yang terjadi nanti bagi orang-orang yang lebih memilih dunia dan yang terjadi bagi orang yang memilih Akhirat;

 

Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.

 

(Yunus 7-8)

 

Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan. (Hud 15-16)

 

Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).

 

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya). (An-Naazi’aat 37-41)

 

 

Selain itu senantiasalah mengingat keunggulan akhirat dibanding dunia, Allah berfirman;

 

Tetapi kalian memilih kehidupan duniawi sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.  (Al-A’la 16-17)

 

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka[468]. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (Al-An’am 32)

 

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

 

Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?.” Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.  (Ali Imron 14-15)

 

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (Al-Kahfi 46)

 

Suatu ketika Nabi Sulaiman melewati seorang dari Bani Israil, ia berkata; “Wahai putra Dawud, sungguh Allah telah memberikanmu kerajaan yang agung”. Nabi Sulaiman mendengar perkataannya dan berkata;

 

Sungguh bacaan Tasbih di lembaran (catatan amal) seorang mukmin lebih baik dari apa yang diberikan kepada putra Dawud. Apa yang diberikan kepada putera Dawud akan lenyap sedang bacaan Tasbih tetap ada.

 

Jika Tasbih lebih baik dari apa yang diberikan kepada Nabi Sulaiman maka bagaimanakah dengan amalan yang lebih agung darinya seperti sholat berjamaah? Lalu mengapa orang-orang ketika mendengar panggilan shalat lebih memilih dagangannya daripada mengambil wudlu untuk shalat berjamaah?

 

Bagaimana menyingkapi godaan dunia dengan benar

 

Sesungguhnya Allah mencipatakan dunia seisinya dan menghiasinya sebagai godaan bagi manusia;

 

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. (Al-Kahfi 7)


Perintah Mencari Rizki di Dunia

Akan tetapi dengan banyaknya ayat dan hadist yang menganjurkan untuk membenci dunia terkadang menimbulkan kesalah pahaman yaitu ayat dan hadist tadi merupakan anjuran untuk meninggalkan segala urusan duniawi berupa pekerjaan dan merupakan larangan untuk memperoleh kekayaan dan kesuksesan dunia. Sebagian lagi justru menjadikannya alasan untuk meninggalkan kewajiban menafkahi anak istri.

 

Dengan demikian perlu kita ketahui bahwa biarpun banyak sekali ayat maupun hadist yang memperingatkan bahaya dunia dan godaannya, akan tetapi tidak ada satupun yang menunjukkan larangan untuk mencari rizki dan kekayaan, sebaliknya Allah justru menganjurkan hambanya untuk mencari rizki namun tetap harus selalu ingat kepadaNya;

 

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (Al-Jumuah 10)

 

Allah juga berfirman;

 

Maka carilah rizki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan. (Al-Ankabut 17)

 

Carilah negeri AKHERAT pada nikmat yang diberikan Allah kepadamu, tapi jangan kamu lupakan bagianmu dari dunia“. (QS. Al-Qosos: 77).

Maka dapat diketahui bahwa sebenarnya yang dilarang adalah lalai kepada Allah karena dunia, kepada perintah-perintahnya, kepada larangan-larangannya, kepada peringatan-peringatan yang Allah sampaikan melalui Rasulnya.

 

Ini adalah tingkatan dasar dimana seorang mukmin wajib melaksanakannya, tingkatan yang lebih tinggi adalah bagaimana seorang tidak bekerja mencari dunia kecuali untuk kebutuhan hidupnya saja, setelah itu ia habiskan waktunya untuk beribadah kepada Allah Swt.

 

Biar begitu seorang mukmin tetap harus waspada karena jarang sekali orang bisa rajin dan khusyuk dalam beribadah sedang harta dunia berkumpul disekelilingnya.

Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri rahimahullahu berkata:
‘Isa bin Maryam ‘alaihissalam bersabda: “Cinta dunia adalah pangkal segala kesalahan, dan pada harta terdapat penyakit yang sangat banyak.”
Beliau ditanya: “Wahai Ruh (ciptaan) Allah, apa penyakit-penyakitnya?”
Beliau menjawab: “Tidak ditunaikan haknya.”
Mereka menukas: “Jika haknya sudah ditunaikan?”
Beliau menjawab: “Tidak selamat dari membanggakannya dan menyombongkannya.”
Mereka menimpali: “Jika selamat dari bangga dan sombong?”
Beliau menjawab: “Memperindah dan mempermegahnya akan menyibukkan dari dzikrullah (mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala).”

http://taimullah.wordpress.com/2011/10/18/cinta-dunia/

http://k3nz0snd.blogspot.co.id/2013/04/perumpamaan-dunia-di-al-quran-dan-hadist.html

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s