Obat Hati Menurut Agama Islam, 100% Manjur

Ketika hati tengah mengalami kekecewaan mendalam, tentu ada rasa sakit yang dahsyat. Bahkan untuk kasus-kasus tertentu, seseorang yang mengalami kekecewaan luar biasa akan mengakibatkan tekanan batin yang hebat. Mengeluh tidak akan memperbaiki keadaan, malah makin terpuruk dan sia-sia. Hal-hal seperti itu tentu tidak ingin dirasakan siapa saja.

Obat hati menurut Islam ada 5 perkara merupakan penawar yang manjur bagi umat manusia. Situasi yang mengimpit mengharuskan seseorang untuk bersabar menghadapi kenyataan. Hendaknya senantiasa berpikir jernih bahwa apa yang selama ini direncanakan dan diusahakan bukanlah suatu hal mutlak karena yang memegang segala keputusan adalah Allah Yang Maha Pengasih & Penyayang. Tidak selamanya apa yang diinginkan berbuah sesuatu yang manis.

Banyak orang yang terkadang tidak siap menghadapi kenyataan hidup. Pusing pala tiba-tiba datang pada saat mengharapkan sesuatu yang terjadi tak sesuai dengan yang diinginkan. Menjadi depresi karena kekecewaan menimpa bukanlah permintaan siapapun dan tentu kenyataan seperti ini tidak diharapkan siapapun juga. Untuk itulah, berikut ini adalah obat hati menurut agama Islam, 100% manjur:

  1. Baca Al Qur’an dan Menghayati Isinya
    Obat hati menurut Islam yang pertama adalah membaca kitab suci Al-Quran dan menghayati kandungannya. Karena biasanya yang dibaca terkadang berhubungan dengan apa yang dialami. Sehingga permasalahan yang ada seakan jawabannya ada di dalam ayat Al-Quran. Mintalah petunjuk kepada Allah Ta’ala supaya diridhai dan dapat memperoleh solusi tersebut dengan mudah.

Keutamaan membaca Al-Quran begitu dahsyat, bahkan tak sekedar sebagai obat hati yang terluka, gelisah dan gundah gulana, namun juga membuat hidup makin terarah. Dengan istiqomah mengaji, tanpa disadari akan menjadi semacam terapi kesehatan jiwa dan pikiran bagi manusia.

Rasulullah SAW memerintahkan untuk membaca Al-Qur`an pada setiap waktu. Lebih ditekankan lagi pada bulan Ramadhan. Karena pada hari kiamat tiba, Allah Swt akan menjadikan pahala membaca Al-Qur`an sebagai syafa’at bagi orang yang rajin membacanya. Sesuai dengan sabda beliau Nabi SAW, “Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 804]

  1. Mengosongkan Perut/Puasa
    Menahan lapar adalah salah satu perbuatan yang paling mulia. Jika diiringi dengan niat yang benar-benar karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang hamba akan mencapai derajat yang sangat tinggi. Semakin seseorang memanjakan perutnya dengan melahap apa saja yang diinginkan, maka makin gelap hatinya alias zumpex. Dan sebaliknya, makin sering mengosongkan perut dengan berpuasa maka makin terang benderang hatinya.
  2. Qiyamul Lail Shalat Tahajud
    Qiyamullail dengan shalat tahajud dalah salah satu obat hati menurut agama Islam. Selain itu merupakan sarana berkomunikasi seorang hamba dengan Tuhannya. Sholat tahajud memiliki manfaat yang sangat besar jika dikerjakan secara rutin setiap malam. Hendaknya digunakan untuk berdoa, beristighfar, bertasbih, dan memuji Sang Pencipta. Dan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, sesuai dengan janjinya, akan mencintai hamba yang mendekat kepadanya.

Banyak dalil-dalil yang memberikan penjelasan tentang kandungan manfaat ibadah di 1/3 malam. Allah Swt berfirman, “Hai orang yang berselimut (Muhammad). Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya). (Yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan (tartil).” (QS. al-Muzzammil: 1-4).

  1. Perbanyak Dzikir
    Sebagaimana diketahui bahwa Allah Swt mewajibkan umat Islam untuk berdzikir kepada-Nya setiap siang dan malam sebanyak lima kali dengan cara mendirikan shalat pada waktu-waktu yang telah ditentukan. Selain itu dianjurkan berdzikir dan mengisi waktu dengan hal positif. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala dalam Al-Quran, “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berdzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang”. (Ar-Ra’du: 28).
  2. Berkumpul Dengan Orang Shalih/Shalihah
    Obat hati menurut Islam yang terakhir adalah beragaul dengan orang shalih/alim/berakhlak mulia. Bersosialisasi dengan para ulama akan berdampak pada tingkah laku orang tersebut. Artinya, apabila seseorang bersosialisasi dengan orang yang baik, maka kebiasaan baik akan menular, serta hasilnya pun baik dan positif. Namun jika bersosialisasi dengan orang yang buruk moralnya, maka kebiasaan dan hawa nafsunya akan ketularan buruk juga. Dan tentunya akan berdampak besar terhadap kepikiran dan kebiasaan sehari-hari.

Untuk melengkapi postingan tentang obat hati menurut agama Islam, 100% manjur, keterangan diatas telah dirinci oleh Imam Nawawi dalam At Tibyan fii Adabi Hamalatil Qur’an. Berhati-hati lah menjaga hati, semoga bermanfaat dunia akhirat.

http://www.mohlimo.com/obat-hati-menurut-agama-islam-100-manjur/

8 OBAT HATI, PENANGKAL PENYAKIT HATI

Hati (bahasa Arab Qalbu) adalah bagian yang sangat penting daripada manusia. Jika hati kita baik, maka baik pula seluruh amal kita:

Hati manusia terkadang tidak stabil atau sakit seperti halnya badan. Meskipun berbeda antara sifat maupun obatnya. Apa obat yang bisa dipakai untuk mengobati hati yang sakit? Berikut ini kami sebutkan 8 obatnya. Semoga bermanfaat dan bisa mengamalkannya

Pertama: Al-Qur’an al-Karim.
Allah berfirman, artinya, “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS.Yunus: 57). Dia juga berfirman, artinya, “Dan Kami turunkan dari al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. al-Isra: 82)

Ibnu Qoyyim berkata, “Inti penyakit hati itu adalah syubhat dan nafsu syahwat. Sedangkan al-Qur’an adalah penawar bagi kedua penyakit itu, karena di dalamnya terdapat penjelasan-penjelasan dan argumentasi-argumentasi yang akurat, yang membedakan antara yang haq dengan yang batil, sehingga penyakit syubhat hilang. Penyembuhan al-Qur’an terhadap penyakit nafsu syahwat, karena di dalam al-Qur’an terdapat hikmah, nasihat yang baik, mengajak zuhud di dunia dan lebih mengutamakan kehidupan akhirat.”
Orang yang ingin memperbaiki hatinya hendaknya mengetahui bahwa berobat dengan al-Qur’an itu tidak cukup hanya dengan membaca al-Qur’an saja, tetapi harus memahami, mengambil pelajaran dan mematuhi hukum-hukum yang terkandung di dalamnya.
Ya Allah, jadikanlah al-Qur’an itu sebagai pelipur lara, penawar hati dan penghilang kegundahan dan kegelisahan kami. Amin.

Kedua: Cinta kepada Allah.
Cinta kepada Allah merupakan terapi yang mujarab bagi hati. Cinta seorang hamba kepada Allah akan menjadikan hatinya tunduk kepada-Nya, merasa tenteram tatkala mengingat-Nya, mengorbankan perasaannya demi sang kekasihnya, yaitu Allah. Hatinya senantiasa mengharap kepada yang dicintainya untuk memecahkan problem yang ia hadapi. Ia pun tak putus asa dari kasih sayang-Nya. Ia yakin bahwa yang dicintainya adalah Dzat yang tepat untuk mengadukan berbagai masalah. Ia yakin akan diberikan solusi yang terbaik untuknya. Kecintaan kepada-Nya menyebabkan dapat menikmati manisnya iman yang bersemayam di dalam hati.

Ketiga: Berdzikir atau mengingat Allah.
Ketidaktenteraman hati merupakan hal yang membahayakan. Allah memberikan salah satu obat yang bisa menjadi sarana terapi keadaan hati yang demikian. “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram” demikianlah arti firman Allah dalam QS. ar-Ra’d : 28. Obat ini menjadikan hati seseorang hidup, terhindar dari kekerasan dan kegelapan. Ibnu Qayyim berkata, “Segala sesuatu itu mempunyai penerang, dan sesungguhnya penerang hati itu adalah dzikrullah (mengingat Allah).
Suatu ketika, seorang berkata kepada Hasan al-Basri, “Wahai Abu Sa’id, aku mengadu kepadamu, hati saya membatu.” Maka beliau menjawab, “Lunakkanlah dengan dzikir, karena tidak ada yang dapat melunakkan kerasnya hati yang sebanding dengan dzikrullah.” maka dari itu Allah di dalam banyak ayat-ayat-Nya menyuruh orang-orang yang beriman agar banyak dan sering berdzikir kepada-Nya. Seperti pada firman-Nya, artinya, “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. al-Ahzab: 41). Nabi kita Muhammad selalu berdzikir kepada Allah pada setiap saat, sebagaimana dituturkan oleh istri beliau ‘Aisyah.

Keempat: Taubat nasuha dan banyak beristighfar (minta ampun).
Perhatikanlah sabda Rasulullah, “Sesungguhnya hatiku kadang keruh, maka aku beristighfar dalam satu hari sebanyak seratus kali” (HR. Ahmad)
Dalam hadis ini Nabi menjelaskan bahwa beliau menghilangkan kabut atau kekeruhan hati beliau dengan istighfar, padahal dosa-dosa beliau yang telah lalu maupun yang akan datang telah diampuni oleh Allah. Bagaimanakah dengan kita yang banyak dosa dan banyak melakukan kemaksiatan? Tidakkah kita lebih membutuhkan istighfar untuk hati kita yang sakit?! Demi Allah, betapa kita semua, sangat membutuhkan istighfar.

Kelima: Banyak berdoa dan permintaan kepada Allah untuk memperbaiki dan membersihkan hati serta memberinya petunjuk.
Berdoa merupakan pintu utama yang agung untuk memperbaiki hati. Allah berfirman, artinya, “Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk me- rendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan setan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. al-An’am: 43).
Teladan kita yang mulia Muhammad sendiri selalu memohon kepada Allah untuk kesucian hatinya, kokoh berjalan di atas kebenaran dan petunjuk. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dari Ummu Salamah. Ia meriwayatkan bahwa doa Nabi yang sering beliau panjatkan ialah, “wahai Tuhan Pembolak-balik hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu”(HR. at-Tirmidzi)

Keenam: Sering mengingat kehidupan akhirat.
Sesungguhnya kelalaian mengingat akhirat itu adalah penghambat segala kebaikan, kebajikan dan merupakan pemicu setiap malapetaka dan kejahatan. Seseorang yang banyak mengingat akhirat, akan menyadarkan dirinya bahwa kehidupan sebenarnya, yang dia hidup selama-lamanya adalah kehidupan akhirat. Dengan demikian, hatinya lurus dalam mengendalikan jasad. Tindak tanduknya mencerminkan amal nyata yang ia tanam di dunia ini dengan harapan ia akan dapat menuai hasilnya yang baik di akhirat kelak.

Ketujuh: Membaca dan mempelajari sejarah kehidupan orang-orang yang shalih.
Ini pun bisa menjadi salah satu obat bagi hati. Banyak pelajaran tentang teguhnya hati dari hempasan badai kehidupan yang menerjang. Siapa saja yang memperhatikan dan mempelajari kehidupan atau sejarah suatu kaum berdasarkan pengetahuan dan penghayatan, maka niscaya hatinya dihidupkan kembali oleh Allah dan disucikan batinnya. Itulah sejarah dan perjalanan hidup Nabi Muhammad. Sejarah kehidupan beliau merupakan terapi untuk mempertebal iman dan memperbaiki hati.

Kedelapan: Bersahabat dengan orang-orang shalih, bertakwa dan berbuat kebaikan.
Seseorang yang bergaul dengan orang yang bertakwa niscaya tidak celaka. Karena mereka tidak akan mengajak selain kepada kebaikan. Selamatlah hati dari terkontaminasi penyakit-penyakit hati. Sebaliknya, jika Anda bersahabat dengan orang-orang yang tidak shalih, tidak bertakwa dan tidak berbuat kebaikan, niscaya Anda akan celaka. Mereka akan mengajak Anda untuk melakukan berbagai kejelekan yang akan menyebabkan hati Anda menjadi kotor. Allah secara tegas berfirman, artinya, “… dan janganlah kamu mengikuti orang-orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas”(QS. al-Kahfi : 28)

Maka berupayalah untuk bersahabat dengan orang-orang yang shalih.
Disarikan dari “Shalahul Qulub”, Syaikh Dr. Khalid bin Abdullah al-Mushlih
Sumber : kajianislam.net

http://tolongshareya.blogspot.co.id/2016/02/8-obat-hati-penangkal-penyakit-hati.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s