Monthly Archives: November 2018

DOA MINTA PETUNJUK, KETAKWAAN, KETERJAGAAN DAN KEKAYAAN

“Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu, dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam beliau biasa berdoa:

(Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketaqwaan, keterjagaan, dan kekayaan)”

(HR. Muslim no. 2721, At Tirmidzi no. 3489, Ibnu Majah no. 3105, Ibnu Hibban no. 900 dan yang lainnya)

Continue reading

Kandungan Al Qur’an tentang IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi)

Di awal abad ke 20 hingga saat ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sangat pesat. Banyak penemuan-penemuan baru yang mempermudah manusia dalam melakukan banyak hal, seperti komunikasi, transportasi, informasi, produksi, dan sebagainya.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang terjadi pada akhir-akhir ini disebabkan oleh keinginan manusia untuk terus melakukan pembaharuan melalui penelitian dan pengembangan teknologi modern yang sangat berbeda dengan zaman dahulu. Pada zaman dahulu manusia belum mengenal pesawat, pada zaman dahulu manusia belum mengenal mobil, apalagi smartphone. Namun semua alat modern yang kita gunakan saat ini berawal dari teori dasar yang sudah ada pada peradaban terdahulu. Manusia saat ini hanya melakukan pengembangan saja.

Banyak ayat-ayat Al-Quran yang menjelskan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), bahkan sebagian ilmuan terinspirasi dari ayat-ayat Al-Quran dalam mengembangakan ilmu pengetahuan. Sebenarnya al-Quran banyak menjelaskan tentang hal ini, namun di sini penulis hanya memberikan 6 ayat al-Quran tentang IPTEK yaitu sebagai berikut.

1. Surat Al-Alaq Ayat 1-5
ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ (١) خَلَقَ ٱلۡإِنسَـٰنَ مِنۡ عَلَقٍ (٢) ٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ (٣) ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ (٤) عَلَّمَ ٱلۡإِنسَـٰنَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡ (٥)

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan 2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah 3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah 4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam 5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya
Continue reading

Kandungan Al Qur’an Tentang Sejarah dan Kisah

  1. Pengertian Kisah

Secara leksikal al-qishah diambil dari kata “qashsha-yaqushshu” yang berarti menceritakan. Al-Qishshah sama dengan al-hadis yang artinya cerita, sedangkan al-qishsah sebagai salah satu bentuk sastra yang dalam bahasa Indonesia disebut cerpen atau novel, didefinisikan sebagai media untuk mengungkapkan kehidupanatau fragmen-fragmennya yang menyangkut suatu peristiwa atau sejumlah peristiwa yang terkait satu sama lainnya.

Yang dimaksud al-Qishshah dalam Al-Qur’an adalah sejarah umat terdahulu serta para nabi dan orang-orang saleh yang berjuang menegakkan kebenaran. Dengan kata lain , kisah dalam Al-Qur’an secara umum memiliki dua kategori :

  1. Cerita para nabi atau orang-orang saleh
  2. Cerita para penentang kebenaran yang di bawa nabi.[2]
  3. Konsep sejarah dalam Al-Qur’an

Continue reading

KANDUNGAN AL QUR’AN TENTANG HUKUM

Agama di dunia ini banyak, dan setiap agama memiliki kitab sucinya masing-masing yang menjadi acuan kehidupan bagi para pemeluknya. Ada banyak cara interaksi pemeluk agama terhadap kitab sucinya, ada yang memahami berdasar tafsiran pemuka agama, ada memahami dengan mempelajari bahasa asli kitab suci tersebut, ada yang menterjemahkan kitab suci tersebut bahkan ada yang menganggap terjemahan kitab suci adalah kitab suci itu sendiri.

Continue reading

KANDUNGAN AL QUR’AN TENTANG MUAMALAH DAN IBADAH

PENGERTIAN MUAMALAH

Muamalah berasal dari kata al-‘amalu yang merupakan istilah yang digunakan untuk mengungkapkan semua perbuatan yang dikehendaki mukallaf. Muamalah mengikuti pola muqo’alahyang bermakna bergaul. Menurut bahasa muamalah adalah istilah yang digunakan untuk permasalahan selain ibadah. Ibadah wajib berpedoman pada sumber ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah, yaitu harus ada  contoh (tatacara dan praktek) dari Nabi Muhammad SAW. Ibadah ini antara lain meliputi shalat, zakat, puasa, dan haji. Sedangkan masalah mu’amalah (hubungan kita dengan sesama manusia dan lingkungan), masalah-masalah dunia, seperti makan dan minum, pendidikan, organisasi, dan ilmu pengetahuan dan teknologi, berlandaskan pada prinsip selama tidak ada larangan yang tegas dari Allah swt dan Rasul-Nya.

Dalam ibadah, sangat penting untuk diketahui apakah ada suruhan atau contoh tatacara, atau aturan yang pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Apabila hal itu tidak ada, maka tidakan yang kita lakukan dalam ibadah itu akan jatuh kepada bid’ah dan setiap perbuatah bid’ah adalah sesat (dhalalah).

Continue reading

Kumpulan Ayat Alquran Tentang Aqidah

Aqidah merupakan aspek fundamental dalam Islam yang berhubungan erat dengan, keyakinan, kepercayaan atau keimanan terhadap hal-hal yang ghaib. Jadi, aqidah Islam itu bermakna keyakinan yang kuat dan sifatnya pasti kepada Allah SWT dan Rasul-Nya dengan melaksanakan apa-apa yang menjadi perintahnya, percaya dan yakin kepada hal-hal yang  bersifat ghaib seperti percaya kepada malaikat-malaikat Allah, hari akhir, qodho dan qodar, takdir baik maupun buruk, dan pokok-pokok agama dan hukum-Nya maupun ketaatan kepada-Nya serta meneladani Rasulullah SAW sebagai suri tauladan bagi seluruh umat.

Setiap pemeluk agama pasti memiliki suatu aqidah tertentu, keyakinan terhadap agama yang diyakininya. Namun aqidah yang benar hanyalah aqidah Islam. Karena aqidah Islam bersumber dari Dzat yang Maha merajai alam semesta alam. Oleh karenanya tidak ada perbedaan antara aqidah yang dibawa oleh para Nabi dari masa ke masa.

Continue reading

Kumpulan Ayat Al Qur’an Tentang Akhlak Manusia

Islam Seorang Muslim menjadikan akhlaknya sebagai sarana mendekatkan diri pada Allah. Dia mengerjakan itu semua bukan didasarkan atas motivasi ingin mencari pamrih, pujian, atau kebanggaan. Akhlak adalah rangkaian amal kebajikan yang diharapkan akan mencukupi untuk menjadi bekal pulang ke negeri akhirat nanti. Standar normatif dalam ajaran islam adalah Al-Qur’an dan Hadist, karena itu akhlak yang baik adalah akhlak yang sesuai dengan tuntunan Al- Qur’an dan contoh Rasulullah. Berikut ini adalah kumpulan ayat Al Qur’an yang menjelaskan segala hal tentang akhlak manusia.

1. Santun dan tidak pemarah (Ali-‘Imran: 134, Asy-Syura: 37)

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali-‘Imran: 134)

Continue reading

6 Isi Pokok Kandungan Al-Qur’an 

Al-Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah Swt kepada Rasulullah Saw melalui perantara malaikat Jibril untuk disampaikan kepada manusia sebagai petunjuk dan pedoman hidup. Al-Qur’an tidak turun secara sekaligus dalam satu waktu melainkan berangsur-angsur supaya meneguhkan diri Rasul. Menurut sebagian ulama, ayat-ayat al-Qur’an turun secara berangsur-angsur dalam kurun waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari; dan ada pula sebagian ulama lain yang berpendapat bahwa Al-Qur’an diwahyukan secara bertahap dalam kurun waktu 23 tahun (dimulai pada 22 Desember 603 M). Para ulama membagi masa turunnya ini dibagi menjadi dua periode, yaitu periode Mekkah dan periode Madinah yang membentuk penggolongan surah Makkiyah dan surah Madaniyah. Periode Mekkah berlangsung selama 12 tahun masa kenabian Rasulullah dan surah-surah yang turun pada waktu ini tergolong surah Makkiyyah. Sementara periode Madinah yang dimulai sejak peristiwa hijrah berlangsung selama 10 tahun dan surah yang turun pada kurun waktu ini disebut surah Madaniyah.

Isi kandungan al-Qur’an itu selanjutnya dapat digali dan dikembangkan menjadi berbagai bidang. Dalam bab ini akan diuraikan isi kandungan al-Qur’an secara garis besar yaitu meliputi :

Continue reading