Monthly Archives: September 2015

IBLIS, JIN, SETAN DAN MALAIKAT MENURUT AL-QUR’AN

Oleh Fadhil ZA

Manusia merupakan mahluk Allah yang terdiri atas unsur ruh dan jasmani. Tanpa ruh manusia tidak lagi disebut sebagai manusia tapi disebut mayit atau jenazah. Namun demikian disekitar kita banyak mahluk Allah lainnya yang hanya terdiri atas unsur ruh saja. Mereka tidak memiliki tubuh atau jasad seperti manusia. Mahluk ruh tersebut dikenal dengan sebutan Jin, Malaikat, syetan, Siluman, Genderuwo dan lain sebagainya. Mahluk ruh ini bergaul bebas dengan kita selama hidup didunia, mereka bisa melihat kita namun kita tidak bisa melihat mereka sebagaimana di ingatkan Allah dalam surat  Al A’raaf 27 :

Continue reading

Khoul KH. Ahmad Juwahir ke 5 2018/1439H

Khoul 5 diadakan pada hari Ahad, 14-Okt-2018 bertempat di kediaman Alm. KH. Achmad Juwahir.

Keluarga mengucapkan terimakasih atas kehadiran dan doa-doanya dari warga dan manyarakat semua, semoga sebagai amal sholeh dan mendapat balasan yang setimpal dari Allah.SWT. Aamin.

Bakti Kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal

Sedemikian penting dan mulianya kedua orang tua, sehingga bakti anak kepada orang kedua orang tua tidak selesai setelah kedua orang tua meninggal dunia, tapi masih berlanjut walaupun sudah meninggal. Diriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki-laki mendatangi Rasullah saw. lalu bertanya :” walau Rasulullah, apakah saya masih bisa berbakti kepada kedua orang tua saya setelah kedua orang tua saya meningal dunia?” Rasulullah saw. menjawab:

نَعَمْ ، الصَّلأةُ عَلَيْهِمَا وَالاسْتِغْفاَرُ لَهُمَا ، وإنْفاَذُ عَهْدِهِماَ مِنْ بَعْدِهِماَ ، وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِى لاَتُوْصَلُ إلاَ بِهِماَ ، وَ اِكْرَِامُ صَدِيْقِهِماَ

” iya masih bisa, yaitu dengan mensahalatkan jenazah mereka, memohon ampunan untuk mereka, memenuhi janji mereka setelah mereka tiada, menyambung tali silaturrahmi yang tidak tersambung kecuali dengan mereka dan memluliakan teman mereka”(HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (S.Al-Ahqaf: 15)

Continue reading

TAQWA

Dari Aisyah, ra, bahwa Nabi Saw bersabda, “Bacaan Al-Qur’an dalam shalat lebih baik daripada bacaan Al-Qur’an di luar shalat. Bacaan Al-Qur’an di luar shalat lebih baik daripada membaca tasbih & takbir. Membaca tasbih & takbir lebih baik daripada sedekah. Sedekah lebih baik daripada puasa. Dan puasa adalah perisai dari api neraka”. (HR.Bihaqi)

Continue reading

Dzikir Perbedaan Orang Hidup & Mati

Dzikir merambah aspek yang luas dalam diri insan. Karena dengan dzikir, seseorang pada hakekatnya sedang berhubungan dengan Allah. Dzikir juga merupakan makanan pokok bagi hati setiap mu’min, yang jika dilupakan maka hati insan akan berubah menjadi kuburan. Dzikir juga diibaratkan seperti bangunan-bangunan suatu negri; yang tanpa dzikir, seolah sebuah negri hancur porak poranda bangunannya. Dzikir juga merupakan senjata bagi musafir untuk menumpas para perompak jalanan. Dzikirpun merupakan alat yang handal untuk memadamkan kobaran api yang membakar dan membumi hanguskan rumah insan. Demikianlah diungkapkan dalam “Tahdzib Madarijis Salikin”.

Rasulullah SAW juga pernah menggambarkan perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah seperti orang yang hidup, sementara orang yang tidak berdzikir kepada Allah sebagai orang yang mati:

“Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dan orang yang tidak berdzikir, adalah seumpama orang yang hidup dan mati.” (HR. Bukhari)

Bahkan dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga mengumpamakannya dengan rumah. Rumah orang yang berdzikir kepada Allah adalah rumah manusia hidup, dan rumah orang yang tidak berdzikir adalah seperti rumah orang mati, atau kuburan.

Continue reading